Si Abang tadi menyuruhku duduk disampingnya pada sofa yang sangat lembut sekali dekat meja kerjanya.“Kamu sudah pengalaman pijat?” tanyanya sambil menyapu tubuhku.“Belum pernah Pak” kataku sambil menatap ke arah karpet berwarna-warni.“Kalau begitu kenapa kamu melamar kalau tidak punya pengalaman pijat?” tanyanya membuat jantungku kembali berdebar-debar takut.“Anu Pak.. Vidio Sex Koq aku jadi ikut ngomong yang jorok.. Si Abang tersenyum kearahku melihat caraku memandang tubuhnya.. Pinggul Si Abang diangkat lalu kakinya juga diangkat hingga dengkulnya menyentuh perutnya tapi mukanya tidak menunjukan ekspresi apapun. Hmm..” kata si Abang sambil menarik hidungnya yang mancung sambil menghitung.“Berarti sebulan kamu menerima paling kecil Rp.1.300.000,” lanjutnya.“Dan itu belum tip dari tamu lho..










