No info
Rasa bersalah menyelimuti pikiranku..lagi-lagi aku menyakiti perasaannya yang halus. Kalaupun tidak bertemu, kami tetap berkominikasi lewat telepon. Bokep Cina Hampir setiap hari Tia datang ke kost ku, mulai dari hanya sekedar ngobrol di kamar, jalan-jalan ke mall atau bahkan nongkrong di kafe. di sana pula aku berkenalan dengan Tia, seorang gadis yang cantik, berbadan tinggi sintal dan berkepribadian menarik. Detak jantungku mulai kencang.Bergemuruh. “Yah, udah malam, Vi. Tiba-tiba aku menangkap sorot mata Evi yang begitu marah, menghujam di hadapanku. “Yah, udah malam, Vi. Begitulah setiap hari kami lalui berdua, tanpa komitmen apapun dan tidak lebih dari hanya sekedar pegangan tangan, cium kening, saling ngegombal satu sama lain. Sifat manja Evi yang selalu menatap aku tanpa berkedip yang membuatku akhirnya sedikit melupakan Tia. Akhirnya kami memisahkan diri dari keramaian. Tanpa aku duga sebelumnya, tiba-tiba Evi sudah menghampiri aku















