Dan, my God dia balas tersenyum lagi.Sesampai di rumah, dan setelah kawanku pulang, aku telepon bengkel tadi (nomernya kudapat dari kwitansi kawanku tadi), aku minta bicara dengan Ester.“Halo, dengan siapa ini?”, demikian suara Ester di seberang sana.Ooh, sungguh seksi sekali suaranya.“Dengan Rio di sini. Bokep Boleh saya berkenalan dengan kamu?”, tanya saya. “Karena kamu cantik, dan saya tertarik sama kamu sejak pertama memandang kamu tadi”, kataku (biar aja sekalian ngomong to the point and ngegombal sekalian).Ester tertawa kecil,“Bapak pintar ngerayu nih. Seksi, payudara besar, montok, liar di ranjang, dan vagina yang mengisap nikmat. Kasihan si Franky, tapi Ester memang nikmat. Setelah say hello dan basa-basi sebentar, kita sudah meluncur di jalan raya.“Mau ke mana kita?”, kata Ester.










