beberapa kilometer sebelum sampai ke sekolahku aku teringat akan beberapa teman-temanku bagai preman yg minggu lalu menggoda aku.Terbesit pikiran bagaimana ya jika bermain dgn mereka, dgn anak seumuranku. Bokep Tante udah biasa, ntar kan bisa dicuci,” Mario berkata padaku.Mario malah terlihat santai setelah aku membasahi sofa dan karpetnya. aku sendiri sampai agak kikuk melohat mereka sesekali memandang wajahku.“Nik, kamu cantik sekali,” Mario mulai mengeluarkan rayuannya“Kita mau ngapain di sini?” aku mencoba mengalihkan perhatian“Kita happy-happy gimana?” Toby malah balik beranya“Maksudnya?” Aku berpura-pura tdk mengertiKayaknya mereka jg canggung untuk mengatakan hal-hal yg lebih spesifik. tempat ini adalah tempat kesukaanku.Sambil tangan kanan memegang popcorn dan tangan kiri memegang minuman.. jengkel banget kalau waktu nonton ada kepala yg menghalangi.




















