Kerinduan, ketegangan kami tumpah sudah. Bokep Cina Aku ciumi, kuraba, kuelus semuanya, dari bibirnya sampai pahanya yang mulus. Dirangkulnya lagi diriku dan berbisik, “Tom, bawalah Ibu ke kamar…, Enakan di kamar, jangan disini”. Ibu sebenarnya jadi malu sekali. “Padahal dua-duanya ngebet lo Bu. “iich anak nakal”, Pahaku dicubitnya. Kamu nekad saja…, masa’ orang ditindih sekuatnya”, katanya sambil memencet hidungku. Kami duduk di sofa dan berpandangan dengan penuh kerinduan. Kami menumpahkan kerinduan kami hanya apabila benar-benar aman. Hari-hari berikutnya aku bersikap seperti biasa, demikian juga ibu mertuaku. Lebih bebas di kamar ini”, kata ibu mertuaku penuh pengertian. Aku minggir di tempat yang agak gelap.




















