Sejenak aku memandangi sosok gempal yang nampak rikuh didepanku. Bokeb Sesaat kamudian aku merasa seperti ada aliran listrik menjalari setiap jengkal tubuhku ketika Bramanto menempelkan seluruh mulutnya di bibir kewanitaanku dan menyedot klitoris-ku sambil memainkan lidahnya disitu. Kuatur dengan menarik nafas panjang. ” Iya..iya gimana dong bukannya kamu kerja sama kuliah?” . Siang itu pertemuan dengan Suplier berjalan dengan baik dan segalanya sesuai dengan rencana. Antara kaget dan malu aku menghardik mereka berdua bagai seorang kakak yang marah pada adik-adiknya ” ngapain kamu berdua disini..di toilet wanita? Menyebalkan sekali bunyi itu. Sesaat kemudian pintu itu terbuka dan betapa terkejutnya aku melihat wajah Hendra asisten-ku muncul dari balik pintu kedua toilet!..Lho…! Terasa kumis Bramanto yang kasar itu menggelitik di sepanjang kakiku.




















