Dia buru-buru sekali, setelah berpakaian dia pun meninggalkan tempat ini. Ku biarkan sejenak kontolku menancap dalam memeknya, ku rebahkan tubuhku kembali hingga menindih Minoru. Bokep Ojol Spermaku berceceran di tangan dan bibirnya. Dia terpaksa berbaring di kasur menunggu dikerjai, sedikit menangis dia menunggu penderitaan. “Aku panggil Minoru lagi buat temani lu…”, jawabnya.“Emangnya lu bisa?”, tanyaku.“Hahaha, aku mana mau nyetuh dia, jijik ah… Aku maunya liat dia tersiksa aja…”, lanjutnya. Aku tahu Zenit ingin menyerahkan Minoru kepadaku ketika dia tidak di sini lagi, video yang sedang kurekam ini bisa jadi ancaman untuk terus mengikat Minoru.“Hiks hiks hiks…”, Minoru menangis sambil melucuti pakaian dalamnya sendiri. Segera ku hidupkan dan taruh di meja dan menyorot ke arah kasur.Hmm, selanjutnya aku bingung mau menggunakan benda apa.




















