Mas..” desahnya ketika kecupan lembutku mengantarkannya melambung.Kemesraan kita di cafe tak berlangsung lama, dikarenakan hari mulai menjelang senja. Bokeb Kamar kami sangat romantis, di depan ada taman dan pancuran air kecil dari sumber mata air sekitar Kintamani dan ada tempat duduknya yang di hiasi lampu temaram. Aku mendesah lembut menerima perlakuannya ini.“Ohh.. Setelah menunggu beberapa saat minuman pesanan kita pun datang. Aku menyelesaikannya dengan kancing terakhir, sembari aku mengecup kecil bukit payudaranya yang lembut.Tinggallah rok abu-abunya yang belum aku sentuh. Tanpa menunggu beberapa saat, sebelum pelayan pergi Sarah sudah terlebih dulu meminumnya hal ini di karenakan udara pegunungan yang berkabut sudah mulai terasa menusuk tulang belulang.Dengan lembut aku memeluk Sarah yang nampaknya mulai kedinginan.“Kamu kedinginan sayang?” Tanyaku“Iyah nih Mas..” katanya pelan.Sambil memeluk Sarah aku membisikan kata-kata mesra.“Radit hangatkan yah sayang..!” kataku lembut di belakang telinga.Sarah hanya




















