Bukit payudara kadang kusedot besarnya-besarnya dengan tenaga isap sekuat-kuatnya, kadang yang kusedot hanya putingnya dan kucepit dengan gigi atas dan lidah. Bokeb Tok-tok-tok…Kusingkapkan korden jendela ruang tamu yang telah kututup pada jam delapan malam tadi, sesuai dengan kebiasaan pacarku. Kuteruskan kembali membaca textbook yang menunjang penulisan tugas sarjana itu.Tok-tok-tok! Aku menghabiskan sisa-sisa sperma dalam kontholku. Dia bukan tipe orang yang ngomong begitu bukan sekedar bercanda, namun tipe orang yang suka nyerempet-nyerempet hat yang berbahaya.“Neng Ika ini… Nanti Kak Dainya ngamuk dong.”“Kak Dai kan tidak akan tahu…”Aku kembali memaki dalam hati. indah sekali… sungguh… enak sekali,” kata Ika lirih.Aku tidak memberi kata tanggapan. Nama panggilannya Ika. Di teras rumah tampak Ika sedang mengobrol dengan dua orang adiknya. Kalau kupaksa dia meladeni hasratku, tenaganya tidak akan berarti dalam melawanku.




















