Dari kejauhan, nampak Ia sibuk mempersiapkan barang-barang yang harus di bawa nanti. Nobokep Aku harus sabar menuggu kesempatan terbaikku, menggapai ‘Trophy’ kemaluan Nenek yang memang tidak semudah seperti saat aku meminta di belikan mainan atau uang jajan dari nya. Mungkin mereka sibuk dengan proyek ‘mengatasi kebocoran’ atau memang telah terkurung di kamar masing-masing, menikmati dinginnya musim penghujan di penghujung bulan januari. Akhirnya, dengan putus asa, aku terpaksa membawa ‘si otong’ yang basah kuyup tapi tetap tegak menantang, ke bilik tidurku sendiri. Sejenak aku merasa tenang, dan perlahan aku kembali berusaha menggapai payudara Mbak Sekar. Di usianya yang ke sebelas tahun, Mbak Sekar tampak tumbuh pesat melebihi teman sebayanya. Ia tergopoh-gopoh menghampiriku, sambil berusaha menjangkau lengan kecilku yang licin oleh tetesan peluh. Setelah agak mampu menguasai diri, meski tak sepenuhnya, kembali perhatianku ku tumpahkan ke aktivitas Nenek.










