Aku tak ingin mendengarnya. Bokep Sub Indo Jay malah menawarkan pada Chie untuk membantunya, karena Jay sadar, untuk mendapatkanku adalah hal yang sangat susah untuk dilakukan, apalagi oleh Chie seorang diri. “Iya.”
“Sungguh, Ray?” Chie mengangkat kepalanya, senyumnya mengembang di sela air mata yang mengaliri pipinya. Sementara kurasakan cubitan jari-jari mungil itu di pipiku.Malang, pukul 01:15 WIBAku menikmati udara malam pegunungan ini, seakan-akan aku sendirilah yang memegang peranan hantu dalam kegelapan ini. Aku hanya tertawa saat kepalannya menyentuh lenganku. Jay terlihat diam, matanya masih terpejam. Aku hanya tertawa saat kepalannya menyentuh lenganku. Kulepaskan kerah bajunya. Benarkah? “Seorang cowok keren dengan pikiran terbuka?”
“Minimal bule, deh.”
Kurasakan Chie meremas lenganku, memberikan respon atas guyonanku yang nyaris tidak pada tempatnya. Dari sudut mataku, kulihat gadis itu meringkuk di jok belakang. “Seorang cowok keren dengan pikiran terbuka?”
“Minimal bule, deh.”
Kurasakan Chie meremas lenganku, memberikan respon




















