tapii aku takut ketika rasa sayangku kepadanya semakin membesar. “Iyah! Sex Bokep Sepertinya ia mengambil sesuatu buat orang yang sedang dilayaninya. Pertama-tama bukankah papi dan mami memintaku memproritaskan pendidikan di atas urusan lain? Sebaiknya aku duduk saja dulu di sini. “OUUUUUUUGHHHHH MAAAAAANGGGG!!” aku memekik nikmat. Lantas mengapa aku menguatirkan segala tetek bengek yang menghalangiku buat menikmati kenikmatan dasyat tersebut? Untuk itu kamu harus tinggal bersama kami di sana!”ujar Lidya dengan suara yang mulai meninggi. Aku juga tak seharusnya menyalahkan mang Gimin dalam hal ini. Kulihat mobilnya berjalan mengiringi kemanapun angkot tersebut membawaku. Aku menangisinya sampai berhari- hari. “Ohh..mangggg..”
Aku merasa haru sekaligus tersanjung mendengar pengakuannya itu.




















