Tapi, aku tetap tidak bisa beranjak dari sana. Sex Bokep Sakit!! Permainan berakhir.Tapi aku masih mematung di depan kamarnya, memperhatikan Tomo dari sebelah pintu yang sedikit terbuka. Enam bulan pun berlalu. Tiba-tiba, Tomo menarik gaunku dengan sangat kasar sehingga menjadi robek. Marah yaa? Aku terlalu malu untuk memandang wajahnya.“Aku rasa, kamu sudah siap untuk permainan selanjutnya..”Tomo tertawa kecil, sedikit kemarahan masih tersisa pada dirinya. Apa kau kenal dengan anak ini?”, tanyanya.“Tidak”, Tomo masih memandangiku sambil memegang mukaku, seolah-olah aku tidak bernyawa.“Sempurna” katanya dingin.“Seperti boneka..”Aku yakin sekali dia bergumam [“..boneka yang aku idam-idamkan”]Lalu dia melepaskan wajahku dan langsung meninggalkanku begitu saja.Sehari setelah kunjungan itu, Tomo bersama temannya itu kembali mengunjungi yayasan, untuk mengadopsi diriku.“Halo.. Aku tidak akan pernah membencimu Maria..”Pelukan Tomo semakin erat. Kedua orang tuaku meninggal karena kecelakaan ketika aku berusia 11 tahun.




















