Sudah nggak terhitung orang yang membuang benih di dalam rahim saya. Bokep Montok Kenapa ini… kok badan saya bereaksi seperti itu?“Ooh… heehhh… aduh Juragan… kena…pa ini?” saya meracau, bingung dengan badan saya sendiri.Saya belum pernah disentuh orang di bagian situ. Meninggal waktu melahirkan anak pertama, anaknya juga tidak selamat. Duh, saya lagi di… dientot sama Juragan, dan saya baru tahu ngentot itu… enak… sudah gitu… saya… dibayar? Montok… bahenol…”Duh, apa maksudnya itu? Tapi beliau pernah meminjamkan uang kepada Simbok, dan Simbok sempat mengembalikannya. “Badan kamu bagus, Denok. Sakit! Sekarang kancut saya kelihatan.“Euh… Juragan… mau pegang?” kata saya bingung. Saya si Denok, penari jalanan, semua orang di Pasar kenal saya.Siapa yang tidak kenal si Denok yang berkemben merah, berbedak dan bergincu tebal, bertahi lalat di pipi. Beberapa lama saya terkulai di atas badan Juragan yang empuk.




















