“Bukan disitu” kata Rara lagi sambil menutup mata dan memajukan bibirnya.Wah si Rara bener-bener menguji imanku. Nobokep Rara cuma diam tapi kemudian rebahan disampingku, bahkan dia menarik selimut yang aku pakai supaya dia kebagian.“Kan aku dah bilang yan, aku lagi butuh ditemenin. Mendingan kita tidur aja deh, dari pada ngelakuin sesuatu yang mungkin nanti kita seselin besok pagi.” kataku. “Mau bilang apa coba aku sama keluargaku Yan, aku malu banget” lanjut Rara menangis.“Ya mo gimana lagi Ra, masalahnya emang berat banget” kataku kemudian memeluk dia. “Akhhh…” teriak Rara saat klentitnya aku usap. “Ra pake bajuku aja deh, baju kamu kan dah kotor dipake perjalanan” kataku sambil memberi Rara bajuku yang paling kecil dan celana pendek berkaret. Aku cuma mau memastikan Rara cukup terangsang sebelum aku menembus memek perawannya. Rara mencubit pinggangku. Pikiran kamu jadi kacau.




















