Suara Lala pun langsung bergema di sekitar pelataran parkir yang untung banget waktu itu sepi.Tingkah dan teriakan Lala pun semakin brutal menahan sakit (tapi nikmat) lewat liang kewanitaannya. Bokep Cina (gimana yang punya Escudo sudah ingat?) buat hiburan kali yaa..?” aku sama Lala senyum-senyum sampai ketawa lepas deh (meski dipaksakan, kan masih lemes).Kita jalan sambil pelukan. Tanganku? Ada tiga cewek yang cute juga sih ikut di belakang Lala (sumpah aku tidak naksir salah satunya kok, ketiganya mungkin hehe.. “Oohh.. aaaggh!” muncrat deh sperma segarku di dalam liang Lala. Suara Lala lirih tapi merdu seperti Long Island yang hangat sekali sampai ke ulu hati. liang itu sudah sangat becek sampai belepotan di pangkal pahanya.




















