Belinda ikut nimbrung dan melihat foto-foto itu dari belakangku. Meski hari menjelang malam, masih ada orang di jalan, dan Belinda merasa wajahnya memerah, semerah blus dan lipstiknya. Bokep Montok Apa Belinda sedang menggodaku? Jordy nyengir-nyengir selagi kami menyaksikan pose-pose Belinda yang kami abadikan. Wajah Belinda yang tadi menempel di dadaku sekarang menghadap langsung ke wajahku.“Bener, Om…?” pertanyaannya menuntut kepastian.Aku mengangguk. Aku duduk di sana, Belinda duduk di sebelahku.“Apa Hedy udah jelasin aku mau difoto gimana?” tanya Belinda.“Nggak tuh Bel, dia cuma bilang kamu minta difoto.”“Nah, gini Om,” Belinda tersenyum sementara kedua tangannya saling genggam. Foto terus.”Tubuh Belinda turun lagi. Jordy seumuran denganku, tampangnya biasa-biasa saja dengan rambut jabrik dan mata mengantuk, tapi dia agak terkenal di dunia fotografi sebagai fotografer untuk majalah pria dewasa. Hedy bilang Belinda masih kuliah, tapi sering sibuk dan jadi jarang menghabiskan waktu




















