“Kenapa aku?” dibenaknya mengalir seribu tanya. Bokep Tante Di depan, kembali ia bertemu dengan Dewi si resepsionis.“Sudah, pak..?” pertanyaan Dewi tidak digubris. emmm… bagaimana kalau Titi. Dadanya berdetak keras. Gerendel di pintu dipasangnya lalu ia melangkah ke arah washtafel dan mulai mencuci tangan.Dada Windu tambah berdebar tidak menentu. Tapi lama-lama ia penasaran juga. “Ehmm… AC boleh…” Windu memberat-beratkan suaranya agar terdengar berwibawa. persetan!” dalam hati Windu. Rasanya luar biasa. Kedua benda bulat itu benar-benar ekstra besar dan menggantung. Dalam hitungan sepersekian detik, wajah ibunya di kampung berkelebat di kepalanya. Lampu-lampu jalanan sepanjang Bypass mulai menyala seolah menyoroti dirinya. “Kapan dia buka celana dalamnya?” Windu yakin si mungil tak bercelana dalam.




















