Papa entot kamu ya.. “Nina sayang. Bokeb “Tidak bisa, Nina sayang.. Papa tampak senang melihatku mengalami orgasme yang pertama. Ternyata itulah G-Spot.Aku tidak bertahan lama dan akhirnya orgasme untuk ketiga kalinya. Ketika aku masih terisak, Papa segera menghampiri dan memeluk diriku.“Tenang Nin, masih ada harapan kok,” hiburnya sambil mengelus rambutku.Aku balas mendekapnya dan mulai menangis tersedu-sedu. Papa merebahkanku di sofa dan merentangkan kedua pahaku. Puting susuku yang berwarna merah muda sekarang berwarna merah tua karena cubitan-cubitan kerasnya, begitu pula dengan payudara putihku yang berubah menjadi kemerahan.“Ahh.. “Iya, Nin. Aku segera melepaskan pelukanku namun Papa menahannya.“Pa, lepaskan aku!” jeritku ketakutan. Ukhh..




















