Meneglus-elus rambutku sambil memeluk aku. Aku malau aku sedikit menggerakan kakiku. Vidio Sex Seharian aku panas-panasan di dalam gerobak itu. Ngobrol lama sekali aku merasa nyaman di dekatnya. Jangan-jangan dia mengikutiku,“mas kok jaga disana sini sih?”“hmmmm…iya mbak kebetulan aja,” ucap penjaga tiket itu dengan senyuman.“ngikutin aku ya mas?”“PD banget sih mbak..kalau iya kenapa..”“ihhh..dasar ganjen…”Aku menyodorkan uang untuk membayar tiket dan seketika itu tanganku dipegang , aku menjerit. Aku anak pertama dari tiga bersaudara adikkimasih kecil-kecil. Orangtuaku hanyalah seorang buruh tani di desa. Untung Bu Susi percaya dengan ucapanku. Lalu aku kembali salah tingkah seperti ada yang ngikutin dari belakang.Pas aku toleh ke kiri ternyata mas itu ada disampingku,“mbak kenalan dong…”“apaan sih kamu mas…”“aku kan pengen kenalan sama kamu mbak,kamu cantik deh makanya aku ikutin terus…”“nggak usah gombal mas…”Aku jadi ngobrol lama dengan penjaga tiket itu dan pada




















