Apa kau sudah siap jadi suami?”“Ah saya tidak sejauh itu, Om”, Andi menyeringai.“Ya, hati-hati saja”, kataku pelan.Dan Andi keluar. “Kamu naik becak atau ojek saja, sudah malam.”“Terimakasih Om.”“Nanti kalau ibumu nanya katakan ada teman sekolahmu perempuan yang mengajakmu ke tempat kakaknya di Bogor.”“Iya Om.”***Entah kenapa sejak itu aku rindu untuk bertemu lagi dengan dia. Bokep Arab Dan sesudahnya apa Mita boleh berbaring di kamar Om? Delapan puluh lembar seratus ribu dan lima puluh ribuan.“Oke Ermita, kuantar kamu pulang.”“Kenapa?”“Aku tidak punya uang tunai sepuluh juta sekarang. Sepatu, dasi, jas, kemeja, singlet, lalu celana dan kolor kutarik sekali jalan. Dan ini pil anti-hamil. Kulihat matanya basah dan keringat keluar di bawah anak rambut, di alis dan ujung hidungnya.Tapi aku sudah tidak sabar.




















