“Ko lepasin saya”, suaranya gemetaran karena shock. ohh…. Bokep Family shiit Kooo.. “Ko!” Irene memekik. Spermaku menyemprot kencang sekali bertemu dengan semburan-semburan cairan kenikmatannya yang membanjir. Ketika aku bergerak seperti menarik batang kemaluanku keluar dari liang kemaluannya, secara refleks tanpa disadari olehnya, kedua kakinya yang tadinya menendang-nendang pelan, tiba-tiba disilangkan sehingga melingkar di pinggangku seperti tidak ingin batang kemaluanku lepas dari lubang kemaluannya. Tidak sabar kutusukkan sekaligus. Begitu kedua kakinya terlepas dia sempat berontak. Setelah puas segera kuletakkan batang kemaluanku di gerbang liang kemaluan Irene. Dengan menggunakan cutter yang tergeletak di meja samping ranjang aku memotong tali yang mengikat kedua kakinya. Bongkahan pantatnya yang kuning dan mulus itu yang bikin aku tidak tahan.




















