Aku mematung di tempatku berdiri. Nobokep Dua jam berlalu, baru satu pengendara yang berhasil membeli kantong plastiknya. Beberapa di antara mereka malah lebih menakutkan daripada hantu-hantu yang bergentayangan di rumah-rumah tua. Seperti biasa, aku berdiri di tempat ini, di dekat tiang nama jalan yang bertuliskan Jalan Merdeka Raya. Aku sudah terbiasa seperti ini. Orang-orang di jalan raya memang selalu lucu. Mereka mengeluarkan beberapa barang berupa bubuk yang lumayan kecil, menghirupnya sedikit, lalu tertawa-tawa. Baru satu orang yang beli.”
“Ya sudah. “Woi!” teriak salah satu anak dari gerombolan itu dengan kasar. Anak itu kembali menyodorkan jualannya, tapi kini cara berdirinya kurang stabil. Meskipun hujan membuatku gigil, atau panas yang datang tak tanggung-tanggung. Baru satu orang yang beli.”
“Ya sudah. Sedikit-sedikit oleng ke kiri, atau oleng ke kanan.




















