Karena aku belum lama di Jakarta, aku minta diantar ke Ancol, ternyata Sri tidak keberatan.Malam Minggu, aku dan Sri dengan naik sepeda motor pergi ke Ancol. Dengan rayuan gombal, Sri tampak percaya sekali kalau aku merupakan calon suaminya. Bokep Barat Obrolannya pun mulai mengarah ke masalah pacaran. Awalnya, dia menolak karena tidak biasa dan jijik. Menginjak minggu ketiga, aku memberanikan diri mengajak untuk jalan-jalan. Aku si penjahat kelamin punya pikiran untuk minta maaf karena akan merokok. Aku dan Sri kemudian berpisah karena tujuan kami berbeda. Tanpa kuduga, Sri menerima karena dia mengaku senang dengan sifat keterbukaanku dan berharap aku bisa jadi suaminya. Aku mencari akal, bagaimana cara untuk mengajak ngomong cewek ini.
















