Namun Lidya tampaknya juga tak peduli. Bokep Korea Dan jarak umur antara kami cukup jauh juga. Waktu itu aku melihat ada kekecewaan tersirat di dalam sorot matanya. Sementara bagian bawah badanku semakin menegang serta berdenyut.Entah berapa kali dia membisikkan kata di telingaku dgn suara tertahan akibat hembusan napasnya yg memburu seperti lokomotif tua. Dan aku selalu menganggapnya sebagai kawan biasa saja. Selesai makan malam, Lidya membawaku ke balkon rumahnya yg menghadap langsung ke halaman belakang.Entah disengaja atau tak, Lidya membiarkan sebelah pahanya tersingkap. Ayo..”, ajak Lidya setengah memaksa. Bahkan dia menekan dadanya yg membusung padat ke dadaku.“Memangnya aku harus bagaimana?” aku malah balik bertanya. Meski sudah berusaha melakukan apa saja yaang dimintanya.Sementara itu Lidya sudah menjepit pinggangku dgn sepasang pahanya yg putih mulus. Lidya bersama Mamanya yg umurnya mungkin sebaya dgn Ibuku. diberi sama Mas Herlambang”, sahutku




















