Bayangkan saja, uang segitu hampir 4 x gaji almarhum suamiku yang hanya Rp. Fahmi begitu tadi dia memperkenalkan diri membaca dengan seksama Lamaran Kerjaku sambil sesekali melirik kearahku.“Anak kamu berapa?” tanyanya.“Satu Pak” kataku memberanikan diri menatapnya.“Suami kamu kerja?” tanyanya lagi.“Sudah meninggal 3 bulan yang lalu karena kecelakaan Pak” kataku tapi mataku tidak berani menatap matanya.Mataku hanya mengarah ke map yang ditangannya. Bokep HD Matanya itu loh menatap tajam kearah payudaraku yang sedikit terbuka karena aku duduk agak kedepan. Croott.. Adduhh.. Aku tidak mau memprotes dan juga tidak mengiyakan apa yang telah si Abang lakukan ini kepadaku. Wuih.. Mana?” katanya tegas.Aku menyerahkan map yang berisi surat lamaran, ijazah SMP dan fotocopy KK serta KTP. Kalau tidak mau atau pikir-pikir..




















