Jelas aku mencatat nomor teleponnya. Puting yang hampir tak terasa, karena kecil. Jav Sub Indo Paling-paling ia hanya menepis tanganku sambil matanya jelalatan khawatir ada orang yang melihatnya. Pada hari yang telah disepakati, Sari akan menunggu di jalan “D” pukul 17.10. Mulailah aku menyusun rencana. “Lho.., kita ‘kan cari tempat..”, aku menginjak rem berhenti. Tawaran yang naif, sebab jawabannya begitu jelas. “Ayolah.., Sar, sebentar aja, sekali aja..”. Saatnya segera tiba. Tawaran yang naif, sebab jawabannya begitu jelas. “Tenang aja Mas.., rahasia dijamin, ya Sari”, kata Bu Maya sambil mengedip penuh arti.Setelah menurunkan Bu Maya di halte, aku langsung mengarah ke Setia Budi. Sari menyambut dengan permainan lidahnya. Iseng mengantre, kuambil tangan Sari ke penisku yang masih belum “kusimpan”, Sari menggosoknya. Dielus-elus.Tempat terdekat yang sudah kukenal adalah Hotel “Kh”, sedikit di bawah Lembang.




















