Aduh! Bokep Aku menjawab, Ah, nggak iseng aja. Begitu tiba di dalam kamar, Pak Freddy bertanya lagi, Betul kamu tidak malu?, aku hanya menggelengkan kepala saja. Tampak Pak Freddy tersenyum dan aku berpurapura minta maaf.Sorry, ya Pak. Terasa nikmat sekali dan terasa tubuhku menjadi segar kembali. Di situlah kami berdua saling bergantian membersihkan tubuh dan akupun tak canggung lagi ketika Pak Freddy menyabuni vaginaku yang memang di sekitarnya ada sedikit bercakbercak darah yang mungkin luka dari selaput daraku yang robek. OK, bolehboleh aja kalau kalian tidak keberatan!Aku dan temanteman bilang, Tidak, Pak., lalu aku menimpali lagi, Sekalisekali, donk, Pak kita dijajanin, lalu temanteman yang lain, Naa..aa, betuu..uul.




















