Ki Jaya mulai menggeser-geserkan kepala penisnya itu di belahan vagina Dewi serta di kelentitnya. Bokep Tante Dewi hanya bisa tersipu malu mendengar perkataan Ki Jaya, karena jalan pikirannya kembali dapat dibaca oleh Ki Jaya. Saat nafas Dewi sudah tidak terdengar memburu lagi, saat itu juga Ki Jaya berhenti dari merapal mantranya dan menarik keluar penisnya dari jepitan dinding vagina Dewi. Dewi masih ingin merasakan penisnya Ki Jaya menyodok-nyodok vaginanya, tapi karena sudah berjanji bahwa dia akan mematuhi apapun yang dilakukan oleh Ki Jaya, jadi ia hanya bisa diam saja. Keduanya tidak mengetahui bahwa mantra Ki Jaya yang dirapal itu selain untuk mengobati Dewi tapi ada rapalan yang membuat orang yang berada diruangan itu terbangkit birahinya. Ki Jayapun tahu bahwa Dewi sudah mencapai puncak kenikmatannya, tapi dia tidak terpengaruh tetap dengan pijatan-pijatannya, sambil mulutnya tetap komat-kamit membaca mantera.




















