Praanngg!!”Lamunanku buyar saat kulihat Miranda meronta-ronta hingga kakinya menendang gelas wineku hingga terjatuh dan pecah!“Crreett..”Lakban yang menutup matanya aku lepas. Bokep Aku mesti ke kantor nich.. Haa..!”Sejenak wajah cantik yang agak tenang itu berubah khawatir.. Sebagai seorang eksekutif, jam kerjaku lebih fleksible. Haah.. “Lapar yaa?”
Miranda hanya mengangguk.. Usai sarapan dan minum teh hangat, mulutnya aku jejali saputangan yang masih mengandung cloroform..Lalu aku sumbat lagi dengan lakban, kembali Miranda tertidur lalu aku mengunci kamarnya dan meninggalkannya untuk pergi ke kantor. Ibunya sudah wafat 5 tahun yang lalu dan Ayahnya kawin lagi.Miranda mengontrak di salah satu rumah susun yang cukup representatif di kawasan Benhil. Rambutnya terurai panjang hingga punggung, wajahnya yang cantik nyaris serupa dengan penyiar cantik yang terkenal itu.Miranda namanya, selalu mengusik kalbuku hingga kini.




















