Tak lama pintu lift terbuka. Akhirnya Cinta harus membesarkan hati sang ‘klien’ ketika ia meminta ronde kedua, namun tak kunjung mampu melakukannya. Bokep SMA Sebelum berdiri, sekali lagi Cinta melirik ke arah laki-laki dihadapannya. “Halo”. Hahaha”. “Sama dong, gue juga habis nyoba rekomendasi temen”.Detik ketika mata laki-laki itu menatap ke arahnya, ibarat petir di siang bolong bagi Cinta. “Kalo cuma itu sih sekarang juga Om bisa beliin kamu”.Cinta terkejut kalau Om Ridwan akan menyatakan kesanggupan. “Oke Om”.Cinta menutup ponselnya dan memasukkannya ke dalam tas. Berpikir apakah dirinya cukup gila untuk menjalin sebuah afffair. Cinta dan Rido beranjak turun dari ranjang dan mengambil ponsel masing-masing.Cinta melihat nomor tak terdaftar di layar ponselnya. “Iya, sorry musti buru-buru”. Sebuah hal yang biasa bagi Cinta, sehingga ia terlihat tidak terlalu terganggu karenanya.Cinta mengalihkannya pandangan dari layar smart phone yang dipegangnya.










