Sungguh kejam! Aku merasa kotor dan hina! Bokep Barat Cowoq mana yang mau menerima ceweq seperti aku! Entah siapa yang salah! Aku menolak. Kurang ajar! Bahkan aku nyaris gila. Dia meminta untuk mengakhiri hubungannya denganku meski aku menangis meraung-raung di telepon. Udah terangsang dari tadi ya?” tanyanya sambil senyum-senyum mesum.Mukaku memerah ketika aku tak bisa menjawab pertanyaannya. Bayangan wajah Papa Mamaku berkelebat berganti-ganti dalam benakku. Aku tak berdaya. Malam itu entah malam keberapa aku ke diskotik dengan Rangga. Aku telah melepaskan keperawananku pada seorang pria yang bukan suamiku. Kemaluanku yang basah semakin memudahkan penis Rangga bergesekan diantar bibir kemaluanku. Telepon internasional seminggu sekali menjadi pelepas dahaga bila aku rindu suaranya. Hubunganku dengan ayah ibuku juga memburuk.




















