Desi Yang Menggoda

Nah, untuk susu penambah vitalitas pria itu,
bicara mereka sudah berani agak porno dan mesum, membuat aku blingsatan mendengarnya.“Hmm, boleh-boleh.. Bokeb Sekedar coba Mas, siapa tahu Mas jadi
pingin beli lebih banyak?” Maya menawarkanku setelah obrolan kami semakin akrab.Belum sempat kujawab dia sudah bangkit dan menanyakan dimana letak dapur, ia pun menyeduhkan secangkir
susu greng buatku. Ehmm,” belum selesai kalimat dari bibirku, bibir Wati segera menyumpal dan
melumat bibirku.Gila pikirku, aku hendak menahan aksi mereka tapi aku pun terlanjur menikmati, apalagi reaksi susu sipyang kuteguk memang mujarab, birahiku langsung naik. Akhirnya kubalas kuluman bibir Wati, kusedot
bibir tipisnya yang mirip Enno Lerian itu.“Waduh.., gede juga Andy juniornya Mas,” ucapan Maya kudengar tanpa melihatnya karena wajah Wati yang
berpagutan denganku menutupi.Tapi aku tahu kalau saat itu Maya sudah membuka resleting celanaku dan mengeluarkan penisku yang
tegang dari celana.

Desi Yang Menggoda