Di perjalanan setapak menuju tempat parkir motor, kami bertemu dengan Arman dan Dona. Dengan melihat pemandangan ini k0ntolku mulai ngaceng lagi.Setengah main saja ya Pit?, kataku. Bokep SMA Kalau sampai tidak tembus perawan, bisa nggak?, Pipit menawar. Kujawab bahwa Dona beberapa kali terpeleset, mungkin itu penyebabnya. Ia tak percaya aku bisa lupa waktu hanya garagara berenang. Untuk luka dipunggung, aku hanya bilang ada banyak jenis pohon di hutan dan batangnya bedabeda.Si detektif Pipit tetap belum puas. Kulihat matanya bergerakgerak agak melotot. Maksud kamu?, tanyaku
Lakukan padaku apa yg pernah kamu lakukan dengan Bu Neni dan Dona, katanya. Dan aku tidak suka pacar yg bohong!, katanya dengan gemas dan suara ditahan karena takut terdengar di keramaian pasar. Dia tersenyum.Kalau begitu beri aku pembuktian bahwa dugaanku tentang Bu Neni dan Dona benar, katanya.










