“Parah gimana?” tanyaku sambil ikut-ikutan merendahkan nada suaraku. Vidio XNXX “Oh ya.. Perasaan yang mengatakan kalau aku tidak sendiri di ruangan ini. aku juga nggak tau tuh bisa kebablasan minum gitu,” aku menjawab dengan enteng sambil membaca berkas-berkas yang disodorkannya.Hubunganku dengan Hendra memang lebih mirip hubungan antar teman biasa. Kan dia sudah berkeluarga. Tidak jarang kami suka bertukar “joke-joke” ringan mengenai seks.Hendra memang ganteng, tapi cara bicara dia yang halus bahkan cenderung kemayu makin membuatku tidak risih dengannya. “Knock it off.. Biasanya aku suka mampir di “Playan” yang kebetulan dekat dengan kantorku dan bersama beberapa rekan kantor “hangout” di Kafe Wien sampai keadaan jalan mulai lenggang baru pulang.




















